Institut Ibu Professional Batch 4
Checklist Indikator Professionalisme Perempuan
Jumat, 26 Mei 2017
Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh...
Alhamdulillah bisa kembali lagi ketemu di NHW #2 yang topik nya menurut saya menarik, kenapa menarik? Karena ini bukan sekedar PR, tapi juga bisa dijadikan panduan untuk kita dalam mencapai predikat Ibu Professional. Yeaaay, semangaaaat!. Kita langsung mulai yuuk me-list daftar indikator nya.
Sebagai Individu
1. Shalatnya terjaga, shalat tepat waktu (maksimal keterlambatan 15 menit) dilakukan sepanjang hayat.
2. Puasanya terjaga, baik puasa wajib maupun sunnah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
3. Puasa senin & kamisnya terjaga, minimal dalam 1 bulan 2 minggu puasa senin kamis
4. Zakatnya terjaga, baik zakat wajib (penghujung ramadhan maupun zakat penghasilan), setiap bulan selesai gajian mengeluarkan zakat penghasilan.
5. Shodaqohnya terjaga, setiap hari minimal menyisihkan 1.000 rupiah untuk bershodaqoh, lebih besar lebih baik.
6. Bisa umroh dalam waktu 15 tahun kedepan.
7. Amalan sunnah shalat dhuha nya terjaga setiap hari
8. Amalan sunnah shalat sunnah rawatibnya terjaga.
9. Amalan sunnah qiyamul lail nya terjaga, minimal 3x seminggu.
10. Amalan sunnah shalat sunnah tasbihnya terjaga, minimal 1x perminggu.
11. Tilawahnya terjaga, usahakan ODOJ, jika tidak bisa ODOJ ya setengah Juz saja.
12. Amalan surat Al-Kahfi untuk setiap malam jumat dan hari jumat nya terjaga.
13. Amalan Al-Matsurot pagi dan sore terjaga (dilakukan setiap hari)
14. Muraja'ah nya lebih ditingkatkan lagi, dalam waktu 2 bulan kedepan harus sudah hafal Juz ke-30.
15. Halaqahnya terjaga, tetap mengikuti halaqah setiap 1x perminggu.
16. Mendengarkan/membaca hasil kajian-kajian ma'rifatulloh minimal 1x seminggu.
17. Meminimalkan sifat iri dan dengki dengan membatasi penggunaan media sosial, pergunakan aturan "jam medsos" yaitu jam 13.00-16.00 dan jam 17.00-20.00.
Sebagai Istri
1. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan mematuhi suami saya.
2. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menjadi tempat curhat yang baik bagi suaminya (menjadi pendengar yang solutif)
3. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menyiapkan sarapan untuk suami saya setiap pagi.
4. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin selalu memberikan kejutan untuk suami saya lewat kreasi masakan yang saya buat.
5. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan terus memperkaya ilmu saya dengan membaca siroh-siroh para shahabiyah minimal 1x perminggu.
6. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menjadi teman diskusi yang baik untuk suami saya kelak dengan lebih banyak membaca untuk lebih memperkaya wawasan (minimal 1 buku per 1 bulan atau 2 bulan).
7. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan menyiapkan slot "we time" bersama suami untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan.
8. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan membuat list perencanaan keuangan 1 bulan kedepan bersama suami.
Sebagai Ibu
1. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi orang pertama yang menyambut anak saya ketika bangun.
2. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menyiapkan makanan untuk anak saya setiap harinya.
3. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan membuatkan mainan yang aman untuk anak saya (sesuai dengan usianya).
4. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi teman main yang menyenangkan untuk anak saya.
5. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menceritakan atau saling bercerita dengan anak saya sebelum tidur sebagai pengantar tidur.
6. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan terus memperkaya ilmu parenting saya dengan membaca artikel, mengikuti seminar ataupun membaca dati buku
7. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi teman curhat yang baik untuk anak saya.
8. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan tetap mempertahankan bahasa daerah asal saya maupun suami dengan memperkenalkan nya pada anak.
9. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan mengadakan outbound untuk bonding keluarga minimal 1x sebulan.
10. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan memperkenalkan Al-Quran sejak dini pada anak saya dengan memperdengarkan nya terlebih dahulu sebelum mengajakannya secara langsung.
11. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan memperkenalkan anak dengan siroh-siroh nabawiyah maupun shohabiyyah dengan tujuan agar anak minimal tau atau bahkan bisa meneladani hikmahnya.
12. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya ingin dikenal sebagai Ibu yang cerdas dan menyenangkan.
Alhamdulillah, itulah indikator-indikator professionalisme perempuan versi saya, sebenrnya masih banyak yang ingin ditulis tapi kayanya segitu dulu aja. Semoga bisa diwujudkan. Aamiin π