Partner : Teman Kerja (Via Grup Whats App)
Assalamualaikum Bunda dan Calon Bunda :)
Di game level 1 hari ketiga ini aku memilih untuk mempraktikan komunikasi produktifku dengan teman kerja (via grup di whats App) karena kami tersebar di unit-unit di kota-kota jawa barat. Sebetulnya grup ini beranggotakan teman kuliah yang di takdirkan Allah satu lapangan pekerjaan, walaupun kota nya berbeda-beda. Kami adalah perawat luka yang memberikan pelayanan kesrhatan berupa perawatan luka diabetes. Jadi paling yang paling banyak di bahas di grup itu yaa tentang luka perlukaan dan curcolan-curcolan cantik hihi.
Tadi tiba-tiba siang menjelang sore, temanku D mencurahkan kekecewaan nya setelah dia membeli durian, dan ia agak kecewa (wajar manusiawi sih). Saat aku membaca D posting itu, sontak aku teringat kejadian yang baruuuuu saja (masih anget banget) saya alami. Sebuah kekecewaan tidak berfaedah kalo kata anak muda zaman Now hehehe. Aku pun menceritakannya di grup itu.
Kira-kira seperti itulah aku menanggapinya. Bersyukur siih ada tempat untuk mencurahkan isi hati, walaupun apa yang kita alami itu hal sepele tapi kalau hati lagi gak terima yaa bisa beda rasanya. Intinya saat kejadian itu Nalarku sedang berada di tingkat terendah, dan emosi sedang berada di puncaknya haha. Yang aku rasakan setelah mencurahkan isi hati disana ploong, kemudian aku mengajak teman-temanku juga untuk sama-sama belajar mengelola emosi. Karena sebenarnya hal-hal seperti ini orang-orang sudah tahu ilmunya. Contohnya saja aku, padahal udah pernah dikasih di materi Bunsay yang pertama, tapi praktiknya? Masih harus terus latihan. Dan latihan itu butuh partner, partner untuk apa? Untuk saling mengingatkan 😊. Kalau ga mereka yang meningatkan, ya aku yang meningatkan mereka. Jadi saling mengingatkan untuk terus berfikir positif 😍.
Semangat untuk mengasah, practice makes perfect 😍

Tidak ada komentar:
Posting Komentar