Senin, 06 November 2017

Komunikasi Produktif Day 5

Partner : Olin (Ponakan) 

Assalamualaikum Bunda dan Calon Bunda 😍
Alhamdulillah gak kerasa ya udah masuk Day ke 5, kali ini partner nya Olin lagi hehe gapapa lah sembari latihan yaa 😁. Kebiasaanku kalau menghabiskan free time di malam hari salah satunya adalah bercerita sama Olin. Setelah ikut workshop mendongeng Kak Mul pas wisudaan matrikulasi batch 4 Garut jadi selalu semangat buat mendongeng walaupun ga se ekspresif Kak Mul hehe, tapi yang penting aku ingin menyampaikan isi dan hikmah nya. 

Hari ini saya, mamah dan kakak saya shaum. Beda-beda tujuan shaumnya tapi iftharnya ttep bareng hehehe. Sesudah ifthar dan makan bersama kami berkumpul di ruang tengah rumah, yaa sekedar bercerita dan menertawakan apa yang bisa di tertawakan. Termasuk, ibu saya yang memutar video lucu yang dikirim di grup keluarga besar, bapak saha sampe ketawa terpingkal-pingkal, saya yang liatnya jadi pengen ketawa 😂😂😂😂😂. Saat-saat seperti ini jadi mommen yang berharga buat saya 😍. Setelah video lucu itu selesai diputar, bapak saya mengganti ke video lain, yaiyu video tentang proses kematian dan hari kiamat,  bapak saya dan Olin menontonnya. Saya hanya mengamati saja, lalu saya berfikir, ada sesuatu yang bisa di selipkan dari video tersebut buat Olin dan juga buat pengingat untuk saya.

Setelah mereka selesai menonton video, Olin bertanya-tanya seputar videonya, terutama video bencana (kiamat shugro). Lalu saya ceritakan tentang proses kejadian kiamat kepadanya, kemudian bagaimana kehidupan setelah dunia, yaumul hisab, surga dan neraka walaupun belum tahu persis seperti apa karena belum pernah mengalami haha. Setelah bercerita selesai, karena saya belum shalat Isya, dan itu sudah pukul 19.30. Saya pun ingin mengajak Olin shalat Isya namun tidak dengan memaksanya, melainkan dengan membangun kesadarannya (kebetulan kan baru diceritain tuh proses hari kiamat dsb haha). Saya pun berkata "waduuuh Bi Asti belum shalat Isya, Bi Asti sahalat Isya dulu biar bisa masuk syurga". Sontak respon Olin pun apa coba?  "Olin juga mauu, Olin dulu Bi Asti". Aku menyeringai kesenengan melihat kelakuan nya, Alhamdulillah berarti kegiatan berceritaku membuahkan hasil, minimal membangun kesadarannya. Soalnya kadang dia cuma shalat Magrib (berjamaah di rumah dan Ashar kalo di sekolah agamanya hahaha dasar anak kecil). 

Aku ingin membangun awareness nya Olin lewat ceritaku (tapi bukan cerita yang mengada-ngada yaa, ceritanya bisa kita ambil hikmah dari siroh nabawiyah maupun shohabiyah), karena cerita juga bisa dijadikan jalan dakwah. Dan ternyata alhamdulillah, bisa jadi tidak bertahan lama namun harus selalu kita latih agar anak terbiasa. Menurutku ngobrol lewat bercerita juga salah satu bentuk komunikasi produktif, karena kita bisa menyampaikan maksud kita dalam bentuk yang lebih menarik, sehingga anak bisa menyerapnya dengan lebih mudah dan tanpa paksaan 😍.

Semangat untuk terus mengasah, practice makes perfect 😍

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melatih Kemandirian Day 7

Mempersiapkan bekal sendiri Assalamualaikum bunda dan calon Bunda, alhamdulillah udah masuk Day 7. Tapi kali ini hari minggu, dan aku li...