Selasa, 14 November 2017

Komunikasi Produktif Day 10

Partner : Olin

Assalamualaikum Bunda dan Calon Bunda 😊
Absen beberapa hari nih 😐😣 . Tali gapapa, lanjut aja nulisnya hehehe. Partner kali ini adalah Olin lagi hehehe. Seneng sekali ngobrol sama dia aku menerapkan beberapa semacam peraturan atau peringatan hahaha. 

Jadi begini ceritanya, Olin kan lahir dan dibesarkan sampai 7 tahun di Kalimantan Timur, tapi pas SD dia pindah ke Garut. Jadi memang butuh prnyesuaian, terlebih lagi anak kecil mudah sekali menangkap dan memproses bahasa karena pergaulan. Awal-awal di Garut, dia selalu mengikuti kata-kata yang di ucapkan teman-temannya padahal itu kasar, kemudian saya langsung memberikan noticed kepadanya bahwa itu bahasa kasar. Kemudian saya selalu menerapkan untuk selalu menggunakan doa sehari-hari dalam activity daily living misalnya ketika bersin, ketika makan, ketika keluar masuk kamar mandi, ketika hujan, ketika ada petir dan lainnya. 

Setiap kali kami mengobrol, lalu dia menggunakan kata yang kami anggap itu kata kata yang termasuk dalam noticed list misal "heeh" (iya),  saya langsung berkata "heeh? " kemudian dia langsung mengklarifikasi "muhun (iya dalam bhasa sunda halus) ". Dan tidak jarang saya juga di noticed oleh dia kalo menggunakan kata-kata yang termasuk noticed list words 😂😂😂😂, kadang suka lucuk jadinya. 

Kemarin cuaca sore hari hujan, dia kemudian bertanya pada saya, "Bi Asti kalo doa waktu hujan tuh gimana? " kemudian saya membantu mengingatnya "Allahumma Soyyiban Nafi'a". Begitu pun ketika ia bersin, kita harus membalas doanya, lucuk dan saya senang ternyata itu berhasil bisa ia terapkan di kehidupan sehari-hari. Maka membiasakan adalah tugas orang tua untuk anak-anaknya. Jadi ga sabar ingin punya anak hahaha. 

Semangat untuk terus mengasah, practice makes perfect 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melatih Kemandirian Day 7

Mempersiapkan bekal sendiri Assalamualaikum bunda dan calon Bunda, alhamdulillah udah masuk Day 7. Tapi kali ini hari minggu, dan aku li...