Rabu, 31 Mei 2017

NICE HOMEWORK #3

Institut Ibu Professional Batch #4

Untukmu Calon Imamku

Kamis, 1 Juni 2017

Assalamualaikum,
Bagaimana kabarmu akhi? Bagaimana kabar imanmu hari ini? Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam proses penjagaan yang sedang kau lakukan. Semoga Allah senantiasa menetapkan iman dalam hati, pendengaran, dan penglihatanmu. Walaupun kita belum pernah saling berjumpa, tapi ku yakin akhi disana sedang berjuang untuk sama-sama memantaskan diri. Semoga kita selalu Istiqomah ya :)

Akhi, tahukah akhi? Aku ini seorang pembelajar yang tidak pernah ragu menggapai mimpi-mimpiku. Aku tidak malu belajar dari siapapun, sekalipun itu anak kecil walaupun dengan makna tersirat. Akhi, Allah anugerahkan aku kelembutan hati mungkin ini salah satu dari fitrah wanita, sehingga aku tidak mau menyakiti perasaan orang lain, aku ingin aku bisa mengelola perasaan ini bersamamu nanti saat kita akan membangun peradaban mulia (Aamiin Allahumma Aamiin). Dan tahukah akhi? Aku levih mudah menangis saat terharu, hehe. Aku ingin kelembutan hati yang Allah anugerahkan ini tidak menjadikanku menjadi mahluk "mellow". Tapi, kuingin kelembutan hati dan kepekaan ini menjadi energi positif yang akan menjadi ladang pahala dan bisa mengantarkanku menuju gerbang impian. Aamiin.

Akhi, tahukah akhi? Aku dilahirkan dari keluarga yang tidak terlalu berada dalam segi materi, tapi Allah melebihkan ku mendapat kasih sayang yang hangat dati orang tua dan kakak-kakak ku. Karena, ternyata tidak semua anak mendapat 2 hal tersebut sekaligus, ada yang beruntung mendapaykan dua-duanya, adapun yang hanya salah satu seperti aku, tapi aku sangaaat bersyukur. Hidup di tengah-tengah keluarga sederhana menjadikanku lebih mandiri dan lebih bekerja keras. Bayangkan akhi, jika memang keluargaku berkecukupan, mungkin dulu aku tidak akan berusaha keras untuk bisa kuliah dengan beasiswa, atau mungkin aku jadi anak yang manja dan jauh dari kata mandiri, dan tentunya mungkin aku lebih senang bermain menghambur-hambutkan uang orang tuaku. Alhamdulillah, kehidupan di keluargaku lumayan ketat terutama untuk jam main, sehingga dulu tidak ada ceritanya aku nongkrong-nongkrong pulang sekolah (tapi jaman kuliah lebih sering main sih tapi ada tujuan nya). Akhiii, betapa aku bersyukur dibesarkan di keluarga sederhana ini, mungkin Allah ingin aku lebih banyak bersyukur dan bekerja lebih keras lagi. Allah ingin aku tidak berleha-leha, karena surga ataupun kesuksesan tidak diperuntukan untuk yang berleha-leha kan?

Kalau menilik titik-titik kehidupan lalu menyambungkan nya, aku selalu berfikir "oh ternyata maksud Allah menghadirkanku ditengah-tengah keluarga ini adalah untuk bisa berjuang lebih keras", "oh maksud Allah menakdirkan ku kuliah di Unpad adalah Allah mau mendekatkanku dengan komunitas-komunitas pencari Allah", "oh maksud Allah mendekatkanku dengan teman-teman pencari Allah adalah agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi mahluknya yang penuh syukur", "oh maksud Allah menggerakkan hatiku untuk bergabung komunitas-komunitas, kajian, liqo adalah untuk mempersiapkanku menjadi pembangun peradaban mulia".

Akhi, rasanya sudah tidak sabar menanti perjumpaan denganmu. Tapi aku ingin kita bertemu dengan cara yang di ridhoi-NYA. Semoga Allah sampaikan kita pada waktu yang dijanjikan-NYA.

Tasikmalaya, 1 Juni 2017

Jumat, 26 Mei 2017

NICE HOMEWORK #2

Institut Ibu Professional Batch 4

Checklist Indikator Professionalisme Perempuan

Jumat, 26 Mei 2017


Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh...
Alhamdulillah bisa kembali lagi ketemu di NHW #2 yang topik nya menurut saya menarik, kenapa menarik? Karena ini bukan sekedar PR, tapi juga bisa dijadikan panduan untuk kita dalam mencapai predikat Ibu Professional. Yeaaay, semangaaaat!. Kita langsung mulai yuuk me-list daftar indikator nya.

Sebagai Individu
1. Shalatnya terjaga, shalat tepat waktu (maksimal keterlambatan 15 menit) dilakukan sepanjang hayat.
2. Puasanya terjaga, baik puasa wajib maupun sunnah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
3. Puasa senin & kamisnya terjaga, minimal dalam 1 bulan 2 minggu puasa senin kamis 
4. Zakatnya terjaga, baik zakat wajib (penghujung ramadhan maupun zakat penghasilan), setiap bulan selesai gajian mengeluarkan zakat penghasilan.
5. Shodaqohnya terjaga, setiap hari minimal menyisihkan 1.000 rupiah untuk bershodaqoh, lebih besar lebih baik.
6. Bisa umroh dalam waktu 15 tahun kedepan.
7. Amalan sunnah shalat dhuha nya terjaga setiap hari
8. Amalan sunnah shalat sunnah rawatibnya terjaga.
9. Amalan sunnah qiyamul lail nya terjaga, minimal 3x seminggu.
10. Amalan sunnah shalat sunnah tasbihnya terjaga, minimal 1x perminggu.
11. Tilawahnya terjaga, usahakan ODOJ, jika tidak bisa ODOJ ya setengah Juz saja.
12. Amalan surat Al-Kahfi untuk setiap malam jumat dan hari jumat nya terjaga.
13. Amalan Al-Matsurot pagi dan sore terjaga (dilakukan setiap hari)
14. Muraja'ah nya lebih ditingkatkan lagi, dalam waktu 2 bulan kedepan harus sudah hafal Juz ke-30.
15. Halaqahnya terjaga, tetap mengikuti halaqah setiap 1x perminggu.
16. Mendengarkan/membaca hasil kajian-kajian ma'rifatulloh minimal 1x seminggu.
17. Meminimalkan sifat iri dan dengki dengan membatasi penggunaan media sosial, pergunakan aturan "jam medsos" yaitu jam 13.00-16.00 dan jam 17.00-20.00.

Sebagai Istri
1. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan mematuhi suami saya.
2. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menjadi tempat curhat yang baik bagi suaminya (menjadi pendengar yang solutif)
3. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menyiapkan sarapan untuk suami saya setiap pagi.
4. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin selalu memberikan kejutan untuk suami saya lewat kreasi masakan yang saya buat.
5. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan terus memperkaya ilmu saya dengan membaca siroh-siroh para shahabiyah minimal 1x perminggu.
6. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya ingin menjadi teman diskusi yang baik untuk suami saya kelak dengan lebih banyak membaca untuk lebih memperkaya wawasan (minimal 1 buku per 1 bulan atau 2 bulan).
7. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan menyiapkan slot "we time" bersama suami untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan.
8. Andaikan saya kelak jadi Istri, saya akan membuat list perencanaan keuangan 1 bulan kedepan bersama suami.

Sebagai Ibu
1. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi orang pertama yang menyambut anak saya ketika bangun.
2. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menyiapkan makanan untuk anak saya setiap harinya.
3. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan membuatkan mainan yang aman untuk anak saya (sesuai dengan usianya).
4. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi teman main yang menyenangkan untuk anak saya.
5. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menceritakan atau saling bercerita dengan anak saya sebelum tidur sebagai pengantar tidur.
6. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan terus memperkaya ilmu parenting saya dengan membaca artikel, mengikuti seminar ataupun membaca dati buku 
7. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan menjadi teman curhat yang baik untuk anak saya.
8. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan tetap mempertahankan bahasa daerah asal saya maupun suami dengan memperkenalkan nya pada anak.
9. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan mengadakan outbound untuk bonding keluarga minimal 1x sebulan.
10. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan memperkenalkan Al-Quran sejak dini pada anak saya dengan memperdengarkan nya terlebih dahulu sebelum mengajakannya secara langsung.
11. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya akan memperkenalkan anak dengan siroh-siroh nabawiyah maupun shohabiyyah dengan tujuan agar anak minimal tau atau bahkan bisa meneladani hikmahnya.
12. Andaikan saya kelak jadi Ibu, saya ingin dikenal sebagai Ibu yang cerdas dan menyenangkan.

Alhamdulillah, itulah indikator-indikator professionalisme perempuan versi saya, sebenrnya masih banyak yang ingin ditulis tapi kayanya segitu dulu aja. Semoga bisa diwujudkan. Aamiin 😊

Kamis, 18 Mei 2017

NICE HOMEWORK #1

Institut Ibu Professional Batch 4

Materi : ADAB MENUNTUT ILMU

Bismillahirrohmaanirrohim,
Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkanku kembali menulis di blog ini. sedikit bercerita, blog ini dulu dibuat karena tugas salah satu mata kuliah jaman kuliah dulu. Setelah itu kadang dipakai untuk beberapa kali curhat atau posting sesuatu. Well, sekarang mari kita bahas tentang Nice Homework nya hehe.

Sejujurnya agak bingung ketika harus menentukan "salah satu jurusan yang ingin ditekuni di Universitas Kehidupan ini", sebenernya galau, mau mendalami tentang menulis atau masak, tapi setelah di pikir-pikir dan kemudian di pilih-pilih, ternyata aku ingin lebih mendalami jurusan "menulis/literatur". waktu kuliah dulu, aku senang baca buku, senang beli buku (buku fiksi atau non fiksi) tapi aku tidak terlalu sering menulis hehe. Sekarang? sudah masuk ke dunia kerja aku sudah lebih jarang hunting dan baca buku, rasanya males sekali. Makanya efeknya ga ada gairah untuk menulis hehe (parah banget ya :( ).

Sekarang, usia saya sudah mau memasuki usia 24 tahun, dan saya merasa saya masih butuh banyak ilmu, maka dari itu biasanya saya suka searching-searching materi yang memang saya butuhkan.Saya senang membaca tulisan-tulisan teman saya di medsos, terlebih jika tulisannya menginspirasi. Bayangkan, jika si pembaca tulisan kita mendapatkan kebermanfaatan dari tulisan kita, betapa itu akan menjadi tabungan aml bagi kita. Rasanya, kok "kepengen" ya tulisanku juga menginspirasi orang lain, yaa minimal menjadi pengingat / reminder untuk diri sendiri, walaupun memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis, tapi saya siap untuk mempelajarinya.

Berbicara tentang keinginan untuk kembali membangkitkan semangat untuk menulis, maka kita juga harus punya strategi tentang apa yang akan kita lakukan untuk mewujudkan cita-cita. Menurut saya, "partner terbaik" untuk menulis adalah dengan banyak membaca, arena dengan itu kita bisa mendaatkan banyak inspirasi untuk dijadikan bahan tulisan kita (bukan untuk tujuan plagiarism yaa). Begitupun untuk para pembicara  yang sering berbicara di depan umum, maka membaca adalah solusi terbaik untuk membantunya menambah konten-konten dan pembendaharaan katanya. Bedanya, para pembicara menuangkannya dalam bentuk verbal, sedangkan penulis menuangkannya dalam bentuk tulisan. Jadi tugas saya seakarang adalah "lebih rajin membaca". Dulu, waktu saya masih SD saya tidak mengerti pribahasa "Buku adalah jendela dunia". Kini saya mengerti kenapa buku disebut sebagai jendela dunia, karena lewat buku lah kita tahu tentang dunia walaupun di era sekarang (era digital) buku sudah bisa dikalahkan pamornya oleh internet, namun menurut saya sama saja.

setelah kita berbicara keinginan kita, kemudian strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai keinginan kita, maka kita juga tidak boleh lupa akan satu hal yaitu Adab menuntut ilmu yang harus kita perbaiki. Karena "ilmu merupakan prasyarat amal" bayangkan jika seseorang melakukan sesuatu tanpa ilmunya, akan seperti apa?. Maka dari itu saya ingin memperbaiki adab saya terlebih dalam hal menuntut ilmu. Adab pada diri sendiri yang harus segera saya perbaiki adalah "merasa lebih tahu dan lebih paham ketika ilmu itu disampikan. Terkadang, hati ini masih terdapat sifat sombong, ketika ada sesuatu yang disampaikan dan kita sudah tahu (walaupun sedikit) kita selalu merasa bahwa kita sudah mengetahui segalanya (pelajaran banget buat saya :( ). Maka dari itu saya harus menghargai ilmu walaupun sebesar biji zarah, karena pada hakikatnya tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat.

Jadi, mari kita untuk senantiasa Istiqomah untuk menuntut Ilmu (ilmu apapun itu asalkan bermanfaat untuk dunia dan akhirat) dengan selalu memperhatikan adabnya. Senang sekali bisa menulis lagiiii hwaaaaa, semoga NHW ini menjadi media saya untuk menyalurkan keinginan saya untuk melakukan "comeback"  dalam hal menulis, karena tulisanmu bisa mengubah dunia, semangat untuk terus menginspirasi.

Wassalamualaikum warohamtullohi wabarokaatu.
Tasik, 19 mei 2017

Melatih Kemandirian Day 7

Mempersiapkan bekal sendiri Assalamualaikum bunda dan calon Bunda, alhamdulillah udah masuk Day 7. Tapi kali ini hari minggu, dan aku li...