Institut Ibu Professional Batch #4
Untukmu Calon Imamku
Kamis, 1 Juni 2017
Assalamualaikum,
Bagaimana kabarmu akhi? Bagaimana kabar imanmu hari ini? Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam proses penjagaan yang sedang kau lakukan. Semoga Allah senantiasa menetapkan iman dalam hati, pendengaran, dan penglihatanmu. Walaupun kita belum pernah saling berjumpa, tapi ku yakin akhi disana sedang berjuang untuk sama-sama memantaskan diri. Semoga kita selalu Istiqomah ya :)
Akhi, tahukah akhi? Aku ini seorang pembelajar yang tidak pernah ragu menggapai mimpi-mimpiku. Aku tidak malu belajar dari siapapun, sekalipun itu anak kecil walaupun dengan makna tersirat. Akhi, Allah anugerahkan aku kelembutan hati mungkin ini salah satu dari fitrah wanita, sehingga aku tidak mau menyakiti perasaan orang lain, aku ingin aku bisa mengelola perasaan ini bersamamu nanti saat kita akan membangun peradaban mulia (Aamiin Allahumma Aamiin). Dan tahukah akhi? Aku levih mudah menangis saat terharu, hehe. Aku ingin kelembutan hati yang Allah anugerahkan ini tidak menjadikanku menjadi mahluk "mellow". Tapi, kuingin kelembutan hati dan kepekaan ini menjadi energi positif yang akan menjadi ladang pahala dan bisa mengantarkanku menuju gerbang impian. Aamiin.
Akhi, tahukah akhi? Aku dilahirkan dari keluarga yang tidak terlalu berada dalam segi materi, tapi Allah melebihkan ku mendapat kasih sayang yang hangat dati orang tua dan kakak-kakak ku. Karena, ternyata tidak semua anak mendapat 2 hal tersebut sekaligus, ada yang beruntung mendapaykan dua-duanya, adapun yang hanya salah satu seperti aku, tapi aku sangaaat bersyukur. Hidup di tengah-tengah keluarga sederhana menjadikanku lebih mandiri dan lebih bekerja keras. Bayangkan akhi, jika memang keluargaku berkecukupan, mungkin dulu aku tidak akan berusaha keras untuk bisa kuliah dengan beasiswa, atau mungkin aku jadi anak yang manja dan jauh dari kata mandiri, dan tentunya mungkin aku lebih senang bermain menghambur-hambutkan uang orang tuaku. Alhamdulillah, kehidupan di keluargaku lumayan ketat terutama untuk jam main, sehingga dulu tidak ada ceritanya aku nongkrong-nongkrong pulang sekolah (tapi jaman kuliah lebih sering main sih tapi ada tujuan nya). Akhiii, betapa aku bersyukur dibesarkan di keluarga sederhana ini, mungkin Allah ingin aku lebih banyak bersyukur dan bekerja lebih keras lagi. Allah ingin aku tidak berleha-leha, karena surga ataupun kesuksesan tidak diperuntukan untuk yang berleha-leha kan?
Kalau menilik titik-titik kehidupan lalu menyambungkan nya, aku selalu berfikir "oh ternyata maksud Allah menghadirkanku ditengah-tengah keluarga ini adalah untuk bisa berjuang lebih keras", "oh maksud Allah menakdirkan ku kuliah di Unpad adalah Allah mau mendekatkanku dengan komunitas-komunitas pencari Allah", "oh maksud Allah mendekatkanku dengan teman-teman pencari Allah adalah agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi mahluknya yang penuh syukur", "oh maksud Allah menggerakkan hatiku untuk bergabung komunitas-komunitas, kajian, liqo adalah untuk mempersiapkanku menjadi pembangun peradaban mulia".
Akhi, rasanya sudah tidak sabar menanti perjumpaan denganmu. Tapi aku ingin kita bertemu dengan cara yang di ridhoi-NYA. Semoga Allah sampaikan kita pada waktu yang dijanjikan-NYA.
Tasikmalaya, 1 Juni 2017